Iklan

Ini Program Ridwan Salam Jika Terpilih Jadi Geuchik Blang Pauh Sa

Redaksi
03 Januari 2026
Last Updated 2026-01-03T08:30:54Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

 

Calon Keuchik Gampong Blang Pauh Sa

Suaradiksi.com. Aceh Timur — Calon Keuchik Gampong Blang Pauh Sa, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, T. Ridwan Salam memaparkan Program Kerja Nyata (Action Plan) yang berfokus pada misi besar “Memuliakan Pendidikan dan Masa Depan Anak”. Program tersebut dirancang sebagai langkah strategis untuk memastikan setiap anak di Blang Pauh Sa memperoleh hak pendidikan yang layak serta memiliki masa depan yang lebih cerah.


Program unggulan yang diusung bertajuk “Blang Pauh Sa Cerdas & Berakhlak”, dengan tujuan utama memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam pendidikan formal maupun pendidikan keagamaan. Selain itu, program ini juga diarahkan untuk memberikan perlindungan dan jaminan masa depan bagi anak yatim serta anak-anak dari keluarga kurang mampu di wilayah tersebut.


Ridwan menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya dimaknai sebagai proses belajar di sekolah, melainkan juga pembentukan akhlak dan karakter melalui pendidikan agama serta lingkungan sosial yang sehat dan mendukung.


“Pendidikan adalah investasi jangka panjang gampong. Jika anak-anak hari ini kita jaga, maka masa depan Blang Pauh Sa akan lebih kuat dan bermartabat,” ujar Ridwan, Jumat (2/1/2025).


Sebagai langkah konkret, Ridwan menggagas Beasiswa “Cahaya Indatu” yang menyasar pendidikan sekolah umum dan dayah. Melalui program ini, dana gampong akan dialokasikan secara khusus untuk membantu anak yatim dan anak dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat mengenyam pendidikan secara berkelanjutan.


Target utama dari program beasiswa tersebut adalah menekan bahkan menghilangkan angka putus sekolah dan putus pengajian di Gampong Blang Pauh Sa. Tidak hanya sebatas bantuan biaya, Ridwan juga menekankan pentingnya pendekatan emosional dengan turun langsung ke rumah-rumah warga.


Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan anak-anak tetap bersekolah dan mengaji dengan perlengkapan yang layak, sekaligus menumbuhkan rasa diperhatikan dan didukung oleh pemerintah gampong.


Selain bantuan pendidikan, Ridwan juga memberi perhatian besar pada fasilitas penunjang melalui program Revitalisasi Balai Pengajian dan Sarana Ilmu. Ke depan, pemerintah gampong direncanakan melakukan renovasi serta penyediaan fasilitas pendukung di tempat belajar dan tempat ibadah.


Program ini turut diperkuat dengan pendampingan bagi guru mengaji dan guru dayah melalui dukungan operasional, guna meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Ridwan menilai peran tenaga pendidik sangat sentral dalam mencetak generasi yang cerdas dan berakhlak.


Di bidang kepemudaan, Ridwan menginisiasi pembentukan Rumah Kreatif dan Pelatihan Pemuda (Skill Center) sebagai ruang pengembangan potensi generasi muda Gampong Blang Pauh Sa.


Melalui program ini, para pemuda akan dibekali berbagai keterampilan, mulai dari kursus komputer, mekanik, hingga kerajinan tangan. Kegiatan ekstrakurikuler juga akan diperkuat sebagai wadah penyaluran minat dan bakat remaja.


Pembangunan dan perbaikan fasilitas olahraga turut menjadi bagian penting dari program kerja tersebut. Sarana olahraga diharapkan menjadi ruang positif bagi pemuda untuk beraktivitas sehat, menyalurkan energi secara produktif, serta menjauhkan diri dari narkoba dan pengaruh negatif lainnya.


Untuk memperkuat nilai keagamaan dan karakter, Ridwan meluncurkan Gerakan “Maghrib Mengaji & Literasi”. Program ini mengaktifkan kembali jam wajib mengaji bagi anak-anak dan remaja setiap selesai salat Maghrib.


Selain mengaji, kegiatan tersebut juga diisi dengan edukasi karakter melalui kehadiran tokoh agama dan pendidik secara berkala. Para tokoh akan memberikan motivasi tentang pentingnya adab, ilmu pengetahuan, serta pembentukan karakter sesuai nilai-nilai syariat.


Dalam implementasinya, Ridwan menargetkan 100 hari kerja pertama sebagai fondasi awal pelaksanaan program. Langkah awal meliputi pendataan akurat melalui verifikasi langsung ke setiap rumah warga, khususnya untuk mengidentifikasi anak-anak yang berisiko putus sekolah atau belum memperoleh akses pendidikan yang layak.


Selanjutnya, akan digelar Musyawarah Pendidikan Gampong bersama Tuha Peut dan tokoh masyarakat.


“Musyawarah ini bertujuan merumuskan regulasi berupa Qanun Gampong yang secara partisipatif melindungi hak pendidikan anak dan memastikan keberlanjutan program,” pungkas Ridwan.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl