Suaradiksi.com. Lhokseumawe – Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) menggelar PNL Career Fair 2nd 2026 pada 4–5 November 2026 di Auditorium Kampus PNL. Kegiatan yang diselenggarakan oleh UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan ini menjadi wadah pertemuan antara pencari kerja, khususnya lulusan perguruan tinggi, dengan dunia industri dan perbankan.
Mengusung tema “Connecting Vocational Talent with Industry”, kegiatan ini menghadirkan sejumlah perusahaan dan perbankan yang membuka stan informasi, rekrutmen, serta peluang karier bagi mahasiswa dan lulusan.
Pada hari pertama, Rabu (4/11), ratusan pengunjung, yang umumnya merupakan fresh graduate, tampak antusias mendatangi stan perusahaan untuk mencari informasi lowongan kerja dan peluang pengembangan karier, serta aktif berkonsultasi karir pada stan konsultan psikologi dan training center Tandaseru Indonesia.
PNL Career Fair 2026 dibuka oleh Wakil Direktur Bidang Kerja Sama PNL, Muhammad A. Rifai. Turut hadir Kepala Dinas Penanaman Modal, PTSP dan tenaga kerja Kota Lhokseumawe, Safriadi, serta perwakilan perusahaan, perbankan, dan unsur sivitas akademika.
Wakil Direktur bidang kerjasama, Muhammad A. Rifai mengatakan career fair merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi memperkuat hubungan dengan dunia usaha dan dunia industri, sekaligus memperluas akses mahasiswa dan lulusan terhadap peluang kerja.
“Career fair ini menjadi jembatan antara kompetensi yang dimiliki lulusan dengan kebutuhan industri. Kami berharap mahasiswa dan alumni dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengenal dunia kerja, membangun jejaring profesional, serta mempersiapkan diri agar lebih kompetitif di pasar kerja,” ujarnya.
Kepala UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan PNL, Zulkarnaini Hasan, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mendekatkan mahasiswa dan lulusan dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja kompeten.
Kehadiran berbagai perusahaan dan perbankan diharapkan memberikan akses informasi yang lebih luas mengenai kebutuhan tenaga kerja, proses rekrutmen, dan kualifikasi yang dibutuhkan industri.
Menurut Zulkarnaini, career fair tidak hanya menjadi ruang untuk mencari lowongan pekerjaan, tetapi juga sarana bagi mahasiswa dan lulusan untuk memahami tuntutan dunia kerja serta mempersiapkan transisi dari bangku kuliah menuju dunia profesional.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal Kota Lhokseumawe, Safriadi, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai langkah positif dalam mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha.
“Sinergi kampus, dunia industri dan pemerintah seperti ini perlu terus diperkuat agar lulusan perguruan tinggi maupun masyarakat umum memiliki akses yang lebih baik terhadap informasi dan kesempatan kerja,” ujarnya.
Di hari pertama PNL Career Fair 2026 turut diisi talkshow karier untuk membekali mahasiswa dan lulusan dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Talkshow menghadirkan narasumber Rizki dari PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) dan Lailan F. Saidina, founder Tandaseru Indonesia.
Dalam sesi tersebut, ratusan peserta dan pengunjung memperoleh wawasan mengenai kebutuhan industri, persiapan memasuki dunia kerja, serta pentingnya pengembangan kompetensi teknis dan soft skills.
Pembekalan ini menjadi relevan di tengah perubahan pola rekrutmen yang semakin memanfaatkan platform digital dan menuntut kandidat memiliki kemampuan komunikasi, kolaborasi, pemecahan masalah, serta kesiapan beradaptasi.
Melalui penyelenggaraan PNL Career Fair 2nd 2026, kepala UPA PKK (CDC) PNL berharap mahasiswa dan lulusan tidak hanya memperoleh informasi lowongan kerja, tetapi juga semakin memahami kebutuhan industri dan mampu merencanakan karier secara lebih terarah sejak dini.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi vokasi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di dunia kerja maupun mengembangkan usaha mandiri.
Sumber:jalantengah.net


