
Foto: Erwin (Durasi)
Suaradiksi.com. Lhokseumawe – Pemerintah Kota Lhokseumawe segera merealisasikan pembangunan 66 unit hunian tetap (huntap) bagi penyintas bencana alam banjir. Pembangunan tersebut tersebar di dua lokasi dengan total anggaran mencapai Rp15,2 miliar.
Informasi tersebut disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Lhokseumawe, Said Bachtiar, ST, MT melalui Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman, Furqan, ST, MSM, Kamis (17/9/2026).
Furqan menjelaskan, berdasarkan informasi dari Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Sumatera I, rencana kontrak pembangunan huntap dijadwalkan pada 18 September 2026.
Sebanyak 56 unit akan dibangun di Gampong Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu. Sementara 10 unit lainnya berlokasi di Gampong Cot Mamplam, Kecamatan Muara Dua.
“Lokasi yang dibangun di dua gampong tersebut merupakan lahan milik Pemko Lhokseumawe. Informasi dari BP3KP, rencana kontraknya tanggal 18 September,” ujar Furqan, seperti dikutip dari Durasi.
Pembangunan huntap tersebut akan menggunakan konsep Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) tipe 36, yang dikerjakan oleh PT Sarjis Agung Indrajaya.
RISHA merupakan teknologi konstruksi rumah modular pracetak dengan sistem bongkar-pasang (knockdown) yang dikembangkan Kementerian PUPR.
Selain bangunan rumah, kawasan huntap juga akan dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung. Di antaranya jalan lingkungan, drainase, penerangan kawasan, sambungan air bersih hingga balai warga.
“Ditargetkan proyek itu rampung pada 31 Desember mendatang,” kata Furqan.
Pembangunan huntap ini menjadi bagian dari upaya penanganan pascabencana sekaligus menyediakan hunian yang lebih permanen bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir di Kota Lhokseumawe.
Sumber : Durasi.co

