Iklan

Gantikan Abu Len, Pon Yahya Nahkodai KPA Samudra Pasè

Redaksi
07 Maret 2026
Last Updated 2026-03-07T09:11:11Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

 

Saiful Bahri A. Djalil atau yang lebih dikenal dengan nama Pon Yahya


Suaradiksi.com. Aceh Utara — Saiful Bahri A. Djalil atau yang lebih dikenal dengan nama Pon Yahya, resmi dipercaya memimpin Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Samudra Pasè. Ia menggantikan almarhum Abubakar A. Latif yang akrab disapa Abu Len.


Penunjukan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua KPA Pusat, Muzakir Manaf atau yang dikenal dengan sapaan Mualem, pada Jumat (6/3/2026).


Pon Yahya merupakan salah satu tokoh yang memiliki rekam jejak panjang dalam perjalanan perjuangan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), sebelum kemudian aktif dalam dinamika politik Aceh.


Dikutip dari berbagai sumber, Pon Yahya lahir dengan nama Saiful Bahri pada 17 Juli 1977 di Gampong Cot Seutui, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara. Ia dikenal sebagai mantan kombatan GAM yang kemudian melanjutkan kiprah politiknya melalui Partai Aceh.


Pada masa konflik Aceh, Pon Yahya dipercaya memegang sejumlah posisi strategis di tubuh GAM. Ia pernah menjabat sebagai Komandan Operasi (Danops) GAM Daerah II Teungku Chiek di Cot Plieng wilayah Samudra Pasè. Selain itu, ia juga dipercaya sebagai Panglima GAM Sagoe Teungku Chiek di Buloh.


Pasca penandatanganan Perjanjian Helsinki pada 2005 yang mengakhiri konflik Aceh, Pon Yahya tetap aktif dalam organisasi eks kombatan. Ia pernah menjabat sebagai Ketua KPA Sagoe Teungku Chiek di Buloh, Daerah II Teungku Chiek di Cot Plieng, wilayah Samudra Pasè.


Karier politiknya semakin menguat setelah ia terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi Partai Aceh untuk daerah pemilihan Aceh 5 yang meliputi Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe pada periode 2019–2024. Ia kemudian kembali terpilih untuk periode 2024–2029.


Dalam perjalanan politiknya, Pon Yahya juga pernah menjabat sebagai Ketua DPRA ke-17 pada periode 13 Mei 2022 hingga 26 September 2023, menggantikan Dahlan Jamaluddin sebelum akhirnya posisi tersebut dilanjutkan oleh Zulfadhli.


Di luar dunia politik, pria yang juga akrab disapa Tanggy ini dikenal sebagai pengusaha di sektor perkebunan kelapa sawit dan karet. Usaha tersebut mulai dibangun beberapa tahun setelah perdamaian Aceh, dengan melibatkan masyarakat sekitar serta rekan-rekan seperjuangannya.


Pon Yahya juga dikenal memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Ia kerap membantu masyarakat kurang mampu serta mendukung berbagai kegiatan pendidikan agama, seperti dayah dan balai pengajian di wilayah Aceh Utara.


Dengan penunjukan sebagai Ketua KPA Wilayah Samudra Pasè, Pon Yahya diharapkan mampu melanjutkan kepemimpinan almarhum Abu Len sekaligus menjaga soliditas organisasi mantan kombatan GAM di wilayah tersebut.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl