Iklan

Satpol PP dan WH Kota Lhokseumawe luncurkan empat inovasi tematik penegakan Syariat Islam

Redaksi
19 September 2024
Last Updated 2024-09-19T16:57:52Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

 

PJ Walikota Lhokseumawe A Hanan memukul beduk pertanda program inovasi Satpol PP dan WH telah diresmikan, Kamis 19 September 2024. Foto : Dedy

Suaradiksi.com. Lhokseumawe – Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) secara resmi meluncurkan empat inovasi tematik guna memperkuat ketertiban umum serta menegakkan syariat Islam di Kota Petro Dollar tersebut.


Peluncuran empat inovasi sebagai upaya menangani berbagai tantangan sosial dan moral yang semakin meningkat di daerah tersebut berlangsung di Komplek Balai Rehabilitasi Moral dan Akhlak (BERAKHLAK), Gampong Blang Panyang, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Kamis, 19 September 2024.


Inovasi yang diluncurkan meliputi beberapa program unggulan, di antaranya Lapor Pak PP WH, Balai Rehabilitasi BERAKHLAK dan Dayah Rakyat Tarbiyah Moral dan Akhlak (TAMORA) serta program Sahabat Satpol PP WH. 


Semua program tersebut merupakan langkah terobosan untuk menghadapi tantangan sosial seperti peningkatan kenakalan remaja, penyalahgunaan narkotika, gangguan mental, serta pelanggaran syariat Islam.


Lapor Pak PP WH: Sistem Komunikasi Cepat dan Transparan


Salah satu inovasi utama yang menjadi sorotan dalam acara ini adalah Lapor Pak PP WHsebuah sistem pelaporan yang memungkinkan masyarakat Lhokseumawe untuk secara cepat dan mudah melaporkan berbagai pelanggaran syariat, gangguan ketertiban umum, maupun masalah sosial lainnya kepada Satpol PP WH. 


Kepala Satpol PP WH Kota Lhokseumawe, Heri Maulana, menjelaskan bahwa inovasi ini dirancang untuk memperkuat sinergi antara masyarakat dan aparat penegak hukum, dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.


“Lapor Pak PP WH adalah solusi cepat yang akan memperkuat komunikasi antara masyarakat dan aparat hukum. Masyarakat bisa melaporkan pelanggaran yang terjadi di lingkungan mereka, baik yang berkaitan dengan syariat Islam, ketertiban umum, maupun permasalahan sosial lainnya. Semua laporan akan ditangani secara cepat dan akuntabel,” ujar Heri Maulana dalam sambutannya.


Program ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan hukum yang lebih responsif, serta memastikan bahwa pelanggaran yang dilaporkan ditindaklanjuti dengan efektif oleh Satpol PP WH.



Balai Rehabilitasi BERAKHLAK: Solusi Holistik Pemulihan Moral dan Akhlak


Selain inovasi Lapor Pak PP WH, acara ini juga menandai peresmian Balai Rehabilitasi Moral dan Akhlak (BERAKHLAK), sebuah pusat rehabilitasi yang menawarkan solusi holistik dalam menangani krisis moral dan permasalahan sosial di Kota Lhokseumawe. Balai ini hadir sebagai respons terhadap peningkatan kenakalan remaja, penyalahgunaan narkotika, gangguan mental, serta pelanggaran syariat Islam yang semakin meresahkan masyarakat.


Heri Maulana mengungkapkan bahwa Balai Rehabilitasi BERAKHLAK akan memfokuskan upayanya pada pemulihan moral, spiritual, dan sosial, terutama bagi generasi muda yang terjebak dalam perilaku negatif. 


“Penyalahgunaan narkotika dan kenakalan remaja di Lhokseumawe semakin meningkat. Kami berharap, melalui Balai Rehabilitasi BERAKHLAK, generasi muda yang terjebak dalam perilaku negatif bisa dibina dan dipulihkan akhlaknya dengan pendekatan agama yang kuat,” jelasnya.



Pendekatan Syafi'i dalam Rehabilitasi Moral


Salah satu keunggulan Balai Rehabilitasi BERAKHLAK adalah pendekatan yang berbasis ajaran Islam, terutama menggunakan Mazhab Syafi'i, yang dianut mayoritas masyarakat Aceh. 


Metode Tarbiyah Islamiyah Mazhab Syafi'i dikenal efektif dalam membentuk karakter dan akhlak melalui disiplin spiritual, penguatan ibadah, serta pendalaman ilmu agama. Di balai ini, metode tersebut diterapkan dalam setiap proses rehabilitasi untuk memastikan pemulihan berlangsung secara menyeluruh.


Proses rehabilitasi di Balai BERAKHLAK tidak hanya menekankan pendekatan medis untuk menangani gangguan mental dan ketergantungan narkotika, tetapi juga mencakup pembinaan spiritual. Dengan kombinasi ini, diharapkan pasien tidak hanya sembuh secara fisik, tetapi juga pulih secara mental dan spiritual, sehingga mampu kembali menjadi individu yang produktif dan berakhlak mulia di masyarakat.


Kerjasama Pemerintah dan Yayasan TAMORA


Peluncuran inovasi ini juga ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Kota Lhokseumawe dan Yayasan Tarbiyah Moral dan Akhlak (TAMORA). Kerjasama ini mencakup pembinaan dan rehabilitasi bagi berbagai kelompok masyarakat yang bermasalah, seperti remaja yang terlibat dalam kenakalan, pecandu narkotika, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), serta pelanggar syariat Islam.


Perjanjian kerjasama ini menjadi landasan penting bagi program rehabilitasi yang diusung oleh Balai BERAKHLAK, di mana pihak yayasan akan berkolaborasi dengan Satpol PP WH untuk memastikan bahwa program rehabilitasi dan pembinaan dapat berjalan dengan baik dan efektif.


“Kerjasama dengan Yayasan TAMORA ini adalah langkah konkret untuk memastikan bahwa penanganan pelanggar syariat dan masalah sosial lainnya dapat dilakukan dengan pendekatan rehabilitatif yang mendalam. Kami berharap, para pelanggar tidak hanya dihukum, tetapi juga dibina agar bisa kembali ke masyarakat sebagai individu yang lebih baik,” ujar PJ Walikota Lhokseumawe, A Hanan saat meresmikan empat program inovasi dari Satpol PP dan WH.


Sebagai tanda resmi dimulainya implementasi inovasi-inovasi ini, PJ Walikota A Hanan bersama Kepala Satpol PP WH, Heri Maulana, memukul beduk dan memotong tumpeng. Momen ini menjadi simbol komitmen Pemerintah Kota Lhokseumawe dalam mengedepankan solusi berbasis agama dan moral untuk mengatasi tantangan sosial yang ada.


Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat, perwakilan lembaga pemerintah, dan masyarakat setempat. Semua pihak berharap agar inovasi yang diluncurkan ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang lebih bermoral dan patuh terhadap syariat Islam.


Dukungan Pemerintah dan Masyarakat


Pemerintah Kota Lhokseumawe menyambut baik dan mendukung penuh inovasi Lapor Pak PP WH serta Balai Rehabilitasi BERAKHLAK. PJ Walikota A. Hanan menyatakan bahwa inovasi ini adalah langkah penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih tertib dan bermoral, serta mendukung penegakan syariat Islam di Kota Lhokseumawe.


“Kami sangat mendukung langkah strategis ini. Dengan adanya Balai Rehabilitasi BERAKHLAK yang menekankan pada pembinaan moral dan akhlak serta inovasi *Lapor Pak PP WH* yang cepat dan transparan, kami yakin kondisi sosial di Lhokseumawe akan semakin membaik,” kata A. Hanan.


Dengan adanya Balai Rehabilitasi BERAKHLAK dan inovasi tematik lainnya, Kota Lhokseumawe diharapkan dapat menciptakan perubahan yang signifikan dalam menangani berbagai tantangan sosial. Program-program ini bukan hanya solusi sementara, tetapi juga langkah jangka panjang untuk membina generasi muda yang lebih bermoral dan produktif, serta mewujudkan masyarakat yang taat pada ajaran Islam.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl